Agen Bola Piala Dunia Mido Siap Tangani Zamalek

 Agen Bola Piala Dunia Mido Siap Tangani ZamalekAgen Bola Piala Dunia Mido Siap Tangani Zamalek – Mantan penyerang Tottenham Hotspur Mido Hossam mengambil awal karir yang baru. Pria asal Mesir itu menukangi salah satu klub dari tanah kelahirannya, Zamalek. Salah satu jawara klub Afrika itu secara mengejutkan mengambil tugas tersebut, mengingat ia pernah melontarkan hinaan kepada mantan pelatihnya dihadapan ribuan pendukungnya.

Mido, yang memiliki nama lengkap Ahmed Hossam, baru akan berusia 31 tahun pada Februari mendatang, dan penunjukkannya ini terbilang sangat dini bagi karir Mido, meski sang penyerang sudah menyatakan kesiapannya dengan klub raksasa Cairo atas karirnya yang baru.

“Bagi pihak yang mengkritisi penunjukkan ini karena faktor usia saya, mungkin sesuatu hal yang lumrah di Eropa dan siap mengambil tantangan ini, apalagi peran saya sebagai seorang pemimpin di atas lapangan sudah sejak lama saya lakoni,” tutur mantan penyerang Ajax Amsterdam melalui siaran televisi di Mesir.

Tidak ada keterangan secara detail mengenai kontrak dari pria yang masih berusia 30 tahun, setelah memutuskan untuk pensiun dari lapangan hijau selang satu tahun lalu dan kini hanya bertugas sebagai kontributor di televisi setempat.

Mido merupakan salah satu pemain yang dikenal dengan karakteristik watak dan perilaku yang indisipliner ketika secara terbuka mengumpat pelatih tim nasional Mesir saat tampil di kejuaraan final Piala Afrika 2006, ketika Hassan Shehata mencoba untuk menggantikan dirinya, namun mantan pemain AS Roma itu menolak meninggalkan lapangan.

Bahkan dengan berani ia menyebut sang pelatih seperti ‘keledai’ saat terjadi perang mulut ketika mendekati pinggir lapangan dan aksi itu tertangkap kamera televisi, dan disaksikan oleh jutaan orang Mesir dan belahan negara-negara Afrika yang lain.

Atas aksi tersebut, Mido terkena larangan bertanding selama enam bulan untuk bermain di tingkat internasional – salah satu dari aksi indisipliner sang pemain ketika masih menjalani karirnya sebagai pesepakbola.

Sang penyerang, yang menghabiskan karirnya di masa remaja dengan klub Zamalek sebelum bertolak ke Belgia, menjalani karir yang pasang dan surut, namun demikian ia merupakan tipikal pemain yang tidak dapat bertahan lama dalam suatu klub.

Sebagian besar karir Mido dihabiskan untuk klub di belahan bumi Eropa barat, yang rata-rata bermaterikan kompetisi kenamaan di dunia, bersama klub lokal Belgia, Ghent, kemudian Ajax Amsterdam, Celta Vigo, Olympique Marseille, AS Roma, Tottenham Hotspur, Middlesrough, Wigan Athletic dan West Ham United.

Klub terakhir yang pernah dibela olehnya di Inggris adalah Barnsley, selama enam bulan saja di tahun 2012, yang ironisnya hanya tampil satu kali sebelum menyepakati pembatalan kontrak yang kurang dari enam bulan.

“Ini seperti sudah ditakdirkan kepada saya untuk berada di tempat ini, sejak masa kecil. Kesuksesan saya dengan Zamalek menjadikan inspirasi bagi pelatih muda lainnya di klub persepakbolaan Mesir.

“Saya memutuskan untuk pensiun dari lapangan hijau di usia dini dan saya ingin bekerja sebagai salah satu pengamat sepakbola dan membantu pengetahuan yang saya miliki di dalamnya. Tentu saja saya mengambil kursus pelatihan, namun pengalaman saya saat ini lebih baik,” kutip Mido.

Mido menggantikan jabatan dari Helim Toulan, yang didepak dari jabatannya setelah anak-anak asuhannya hanya bermain imbang di kompetisi liga Mesir, sehingga membuat posisi mereka berada di peringkat keempat dari empat laga yang baru dilakoni.

Lima kali juara Liga Champions Afrika itu sedang mengalami krisis keuangan mendasar, sehingga membuat beberapa pemainnya tidak memperoleh gaji selama satu bulan Agen Bola Piala Dunia