Aku Cinta Bola Review Laga Indonesia vs Maroko

Aku Cinta Bola Review Laga Indonesia vs Maroko

Aku Cinta Bola Review Laga Indonesia vs Maroko – Pertandingan yang sungguh menegangkan antara Indonesia versus Maroko yang berlangsung 29 september kemarin setelah sebelumnya keduanya diadu di laga pertama pertandingan Islamic Solidarity Games ( ISG ) di stadion Jakabaring yang diadakan pada tanggal 19 september lalu. Difinal ISG ini Indonesia kembali dipertemukan dengan Maroko, setelah Indonesia adu pinalti dengan si negri seribu minaret yaitu Turki dengan skor 7-6, adu pinalti yang begitu sengit rupanya untuk negri kebab tersebut. Sedangkan Maroko berhasil menandingi Arab Saudi dengan skor 1-0 untuk bisa berlaga dengan Indonesia di final 29 september kemarin.

Terlihat Maroko bersemangat untuk menjadi pemenang difinal ini karena dendam yang masih mereka rasakan karena sang tuan rumah tanah air Indonesia kita telah mengalahkan Maroko dipertandingan pertama grup B dengan skor gemilang 1-0. Gol yang sangat cantik itu dibuat oleh Fandi Eko Utomo. Sang pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan ikut angkat bicara.

Beliau sebenarnya sangat mengharapkan jika Arab Saudi yang memenangkan pertandingan disemifinal, alasannya agar Indonesia bisa berhadapan dengan Arab Saudi karena sang pelatih menilai bahwa Arab Saudi adalah lawan yang sangat berkualitas dan kuat, hal itu bisa menjadi tolak ukur kemampuan timnas Indonesia sehingga sang pelatih bisa memperkirakan apa saja yang kurang dalam performa anak didiknya untuk mempersiapkan pertandingan di Sea Games nanti. Alih-alih sang pelatih yang begitu menganggap timnas Arab Saudi mempunyai kualitas yang bagus namun pada kenyataannya mereka bisa dikalahkan oleh Maroko.

Sebenarnya pertandingan melawan Maroko disemifinal ini merupakan sebuah anugrah dan hikmah yang sangat luar biasa bagi timnas Indonesia karena bila kita lihat dalam pertandingan kemarin timnas Indonesia terlihat sangat kewalahan meladeni serangan dari Maroko, terlebih lagi saat sang pemain naturalisasi Diego Michels diberi hadiah kartu merah oleh wasit dan telah terbukti akibat terlalu meremehkan Maroko timnas kita kalah telak dengan skor 2-1.

Rupanya rasa sakit hati akibat dikalahkan disemifinal oleh timnas Indonesia membuat Maroko tidak patah arang dan semangat mereka membuahkan hasil di pertandingan final 29 september kemarin. Dalam pertandingan final tersebut terlihat pertandingan semakin memanas saat menit ke 79, timnas Indonesia berusaha mempertahankan kekokohan gawangnya setelah pemain Maroko menggempurnya dengan tendangan pojok, yang dimenit sebelumnya dilakukan tendangan bebas oleh Andik dari sebelah kanan pertahan Maroko, namun tendangan bebas Andik yang sempat membentur tiang gawang sebelah kanan masih bisa dihalau oleh sang keeper Maroko.

Hampir saja sang kulit bundar tersebut masuk ke gawang lawan, namun keberuntungan belum menyertai timans kita. Pertandingan yang berlangsung sangat sengit dimana timnas Maroko merasa diintimidasi oleh para suporter timnas Indonesia yang memadati stadion Jakabaring Palembang malam itu. Akhirnya Marokolah yang menjadi pemenangnya, Indonesia membawa medali perak dan Maroko pulang dengan membawa medali emas.

Sebenarnya timnas Indonesia lebih dulu mencetak gol dimenit pertama, namun performa mereka menurun meskipun telah sekuat tenaga menggempur pihak lawan, kemungkinan karena rasa cepat puas yang dimiliki oleh timnas Indonesia akibat cetakan gol pertama, oleh karena itu dipertandingan lainnya timnas Indonesia diharapkan agar tidak cepat merasa puas dan meremehkan pihak lawan Aku Cinta Bola.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *