Piala Dunia Grobbelaar Masih Dihantui Tragedi Hillsborough

Piala Dunia Grobbelaar Masih Dihantui Tragedi HillsboroughPiala Dunia Grobbelaar Masih Dihantui Tragedi Hillsborough – Mantan penjaga gawang Liverpool itu berada di lapangan pada hari dimana tragedi itu berlangsung dan sang mantan kiper itu mengakui bahwa gambar yang mengerikan itu tidak akan pernah bisa pudar dari pikirannya.

Mantan penjaga gawang Liverpool yaitu Bruce Grobbelaar mengatakan bahwa dirinya masih dihantui dengan tragedy Hillsborough.

Pada hari Selasa kemarin telah menandai tahun ke 25 dimana tragedi yang merenggut nyawa dari 96 orang, dan juga telah melukai 766 orang yang lainnya pada tahun 1989 silam.

Insiden tersebut terjadi pada babak semi final di Piala FA antara Liverpool kontra Nottingham Forest yang diselenggarakan di tempat yang netral yaitu di Stadion Hillsborough.

Grobbelaar yang pada saat ini berada di lapangan pada hari naas tersebut itu sebelum pertandingan kemudian ditinggalkan setelah enam menit dan pria tersebut mengakui bahwa dia ”tidak akan pernah bisa melupakan” apa yang terjadi peristiwa tersebut.

“Hal itu menghantui saya. Itu semua terjadi tepat di belakang gawang saya. Saya bisa melihat gambar-gambar tersebut pada hari ini, jika saya berpikir tentang hal itu. Gambaran tersebut tidak akan pernah bisa hilang.”

“Itu juga tidak akan bisa dihapus dari dalam pikiran kamu. Saya tidak akan pernah melupakannya.”

Sebuah pemeriksaan atas tragedy tersebut telah menemukan bahwa pihak polisi telah berusaha untuk menyalahkan para pendukung atas tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris tersebut dalam adanya satu usaha untuk menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya.

Dan sementara pemeriksaan masih sedang berlangsung, Grobbelaar sangat penuh harapa agar keadilan bagi para korban dan juga keluarga mereka sedang berada dalam perjalanan.

“Saya masih merasa marah karena jawaban belum juga datang. Dua puluh lima tahun – untuk keluarga tidak memiliki jawaban. Itu benar-benar salah. Dua puluh lima tahun merupakan satu waktu yang lama. Keluarga telah pergi sekarang. Mereka tidak pernah melihat keadilan bagi putra dan juga putri mereka. Tidak ada satu pun dari kami akan menemukan kedamaian sampai ada satu jawaban.”

“Itulah yang sedang kami perjuangkan – kami harus berdiri bersama dengan mereka. Mereka telah memberikan pertanyaan yang sama akan tetapi mereka tidak pernah mendapatkan jawaban. Mereka membutuhkan jawaban.”

“Untungnya dan mudah-mudahan mereka akan mendapatkan jawaban tersebut. Itu telah terjadi selama ini karena mereka berpikir bahwa itu akan pergi begitu saja. Namun itu tidak akan begitu. Itu tidak akan pernah hilang begitu saja.”

Minggu lalu, sebagaimana Liverpool berhasil mengalahkan saingan meraih gelar juara Liga Premier Inggris yaitu Manchester City dengan skor akhir 3-2 di Anfield, ratusan penggemar berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban tragedi itu.

Himne lagu klub ”You’ll Never Walk Alone” bergema di seluruh stadion Liverpool, untuk menghormati tragedi tersebut Piala Dunia.