Solksjaer Masih Ingin Tambah Kekuatan Cardiff City

Solksjaer Masih Ingin Tambah Kekuatan Cardiff CitySolksjaer Masih Ingin Tambah Kekuatan Cardiff City – Pelatih Cardiff Ole Gunnar Solskjaer terus melakukan pembenahan internal. Setelah mengantongi kekalahan pertama di masa pelatihannya di Liga Premier, sang ahli strategi asal Norwegia itu siap memperkuat seluruh sektor di atas lapangan hijau bagi klub Wales selatan tersebut sebelum musim ini berakhir.

Beberapa nama sudah masuk di dalam daftar keinginan Solskjaer dan berharap kesepakatan itu bisa terpenuhi pada bulan ini, namun ia bertekad tidak ingin menjejaki Manchester United dengan segala kekuatan pemain-pemainnya.

Ahli strategi berusia 40 tahun itu sudah melakukan kegiatannya cukup aktif di bursa musim dingin, dengan mendatangkan sejumlah kekuatan di poros tengah, Magnus Wolf Eikrem dan Mats Moller Daehli dari Heerenveen dan Molde.

The Bluebirds juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan pendekatan kepada klub Bundesliga, Hanover 96, perihal rasa ketertarikan mereka kepada penyerang Mame Biram Diouf.

Ketiga nama itu merupakan salah satu jebolan Manchester United, dan ia memahami ingin sekali meminjam dua pemain dari ti masuhan David Moyes tersebut, Wilfried Zaha dan Fabio.

Solskjaer bungkam ketika pertama kali ditargetkan untuk mencari incaran pemain baru, di mana ia berharap bisa mendatangkan sejumlah wajah baru.

“Saya tidak dapat mengatakan hal apapun juga mengenai mereka (Zaha dan Fabio) karena mereka pemain dari Manchester United dan saya tidak dapat memberikan komentar mengenai pemain yang tergabung dengan klub lain. Saya ingin memperkokoh komposisi skuad, namun saya tidak dapat menyebutkan satu nama pun.

“Bukan perkara angka. Saya akan bekerja dengan pemain yang ada di sini, namun jika ada sesuatu yang tepat, maka saya ingin melakukan hal yang sama seperti Magnus dan Mats.”

Namun Solskjaer berketetapan kalau dirinya tidak ingin membangun kekuatan timnya seperti Manchester United di klub Wales selatan.

“Tidak, saya justru ingin membangun sebuah pondasi tim Cardiff yang baru,” tukasnya.

“Kami membutuhkan identitas pribadi, dan hal ini bukan perkara ingin menjiplak atau meniru tim yang lain, karena kami hanya ingin bermain sepakbola.

“Saya ingin mengembangkan Cardiff sebagai salah satu tim yang bisa dimiliki dan menjadi kebanggaan bagi pemain-pemain yang ada di sini, dan bagaimana cara mereka bermain sepakbola. Mereka bisa mendominasi permainan seperti yang telah kami lakukan di musim ini dalam beberapa kesempatan lalu.

“Saya tidak ingin menjejaki atau meniru permainan tim mana pun juga, namun saya ingin memberikan kepercayaan dan keleluasaan kepada pemain-pemain yang bisa saya percaya dan bermain seperti yang saya inginkan.”

United sebenarnya memiliki kesempatan untuk memboyong kembali Daehli, setelah menjual kepada Solskjaer kepada Molde di musim panas lalu, namun tidak lama kemudian mantan penyerang Manchester United itu dipilih oleh Cardiff City.

Pemain berusia 18 tahun itu bergabung ke Old Trafford bersamaan dengan Adnan Januzaj, yang ternyata memiliki dampak luar biasa bagi Manchester United di musim ini.

Namun Solskjaer mencoba untuk menentang segala bentuk perbandingan antara kedua pemain tersebut.

“Sangat sulit bagi seorang pemain muda menembus tim utama di klub terbaik di dunia,” tukas Solskjaer.

“Ada beberapa talenta yang menarik di Manchester United. Ia dan Adnan bergabung dalam pekan yang sama. Perbandingan akan selalu ada di sana, namun tidak adil bagi pemain itu, karena Adnan Januzaj kini jauh lebih stabil performanya di Manchester United.”